Statistic
Content View Hits : 5493| NLP at Work : Bagaimana Meningkatkan Produktifitas Staff dalam 5 Menit ? |
|
|
|
| Written by Administrator | ||||||
| Friday, 05 December 2008 10:14 | ||||||
|
“Dasar bandel, bodoh dan tidak ingin maju” demikian omel teman saya, seorang manager operasional di perusahaan besar, waktu makan siang bareng pada satu hari. Emangnya ada apa sih, kok ngomel2 aja ? tanya saya. Teman tersebut lalu menceritakan tentang anak buahnya yang setingkat officer yang bertugas melakukan analisa kinerja produk, complain pelanggan dan alternatif recovery agar pelanggan tidak kabur dan pindah ke pesaing. Laporan tsb sangat penting, karena tingkat kompetisi perebutan pelanggan antar perusahaan sejenis sangat tinggi (hyper-competitif). Ternyata laporan analisa yang harus di tulis rutin setiap pagi hari tidak pernah dikerjakan dengan rutin, kadang dibuat kadang tidak, kadang di tindak lanjuti kadang tidak. Kalaupun dibuat sering telat dan diserahkan siang hari. Jika ditanya ada saja alasannya, yang sedang sibuk mengerjakan proyek ini dan itu lah, yang lagi over load lah. Padahal teman saya itu sudah memberikan ‘motivasi’ berkali-kali dengan menjanjikan performance appraisal (penilaian kinerja) yang baik jika dilakukan rutin, bahkan jika bisa menurunkan jumlah pelanggan yang pindah ke pesaing, anak buahnya tersebut akan di promosi ke level yang lebih tinggi. Dalam keputus-asaannya, teman saya bertanya “kamu ada advis biar anak buah saya bisa termotivasi membuat laporan analisa dengan rutin ?” Ada, jawab saya ! “bilang saja ke anak buah kamu, kalau tidak buat laporan rutin di pagi hari, maka dia akan di demosi (turun jabatan) atau bahkan mutasi ke bagian yang dia benci atau pindah ke lokasi kerja di kota terpencil yang dia tidak inginkan. Intinya ingatkan anak buah kamu akan ‘hukuman’ yang dia tidak sukai yang akan diterima jika tidak mengerjakan laporan analisa tsb dengan rutin” ... Hah ? hanya itu advis-mu ? Ok, akan saya coba lakukan, demikian respon teman saya ... 1 minggu kemudian, teman saya menelpon dan menginformasikan bahwa hanya dalam waktu 5 menit dia melakukan 'nasihat' saya tersebut, maka mulai keesokan hari dan seterusnya, anak buahnya rajin mengerjakan laporan analisa rutin setiap pagi hari - tidak pernah telat. Padahal sebelumnya dia sudah berkali-kali melakukan coaching dengan durasi waktu 15 – 30 menit, tanpa hasil. Apa rahasianya ? sederhana saja, dalam management kita mengenal istilah ‘stick and carrot’ atau punishment and reward yang dalam NLP kita menyebutnya metaprogram dengan move toward (reward) dan move away (punishment). Nah teman saya tsb, karena motivasi kerjanya adalah reward dia memiliki asumsi bahwa semua anak buahnya memiliki motivasi kerja seperti dia, yaitu akan bekerja dengan baik jika mendapatkan ‘imbalan’, baik penilaian kinerja yang tinggi, bonus ataupun promosi. Dia lupa bahwa selain ada orang yang termotivasi karena reward, ternyata jauh lebih banyak orang yang termotivasi karena ‘punishment’. Nah, bagaimana dengan anda, sudahkah anda mengidentifikasikan motivasi dominan tim kerja anda ? sudah efektif-kah coaching anda terhadap tim kerja ? dengan NLP, teknik metaprogram yang dipadukan dengan metamodel, akan membantu banyak dalam memotivasi tim kerja. Selamat datang di dunia NLP (made by Shiddarta - SmartNLP trainer)
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Last Updated on Saturday, 20 December 2008 21:00 |




(made by Shiddarta - SmartNLP trainer)