|
NLP in Life : Turun Berat Badan 8 Kg Dalam 2 Bulan Dengan Teknik NLP |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 25 August 2009 05:38 |
Pernahkan anda ingin menurunkan berat badan karena overweight tapi selalu saja gagal ? Mungkin berat badan sempat turun 3-4 Kg dalam 1-2 bulan, terus naik kembali ke ‘level’ yang sama bahkan melebihinya  . Jika anda pernah mengalami hal tsb, jangan berkecil hati, karena sayapun mengalami hal yang sama selama 10 tahun, sampai belajar NLP (Neuro Linguistic Programming) untuk mengatasinya. Ketika menikah pada tahun 1997 berat badan saya 63 Kg (tinggi 163 cm) dan ternyata pernikahan tersebut sangat menyenangkan sehingga dalam waktu 1 tahun (tahun 1998) saya mendapat 2 berkah yang luar biasa, pertama istri melahirkan putri pertama yang sangat cantik dan kedua, berat badan saya nambah 10 Kg menjadi 73 Kg. Berkah yang luar biasa bukan ?  Semenjak itu berat badan cenderung naik menjadi berkisar 74-76 Kg dengan level tertinggi 80 Kg, dimana ketika berat badan mencapai 80 Kg, badan serasa penuh sesak, cepat lelah dan ketika menyebrang melalui jembatan penyebrangan pasti tersengal-sengal…nah jika sudah mencapai berat badan 80 Kg, saya pasti sangat termotivasi untuk menurunkannya menjadi 76 Kg sehingga agak lebih nyaman. Selama hampir 10 tahun saya terus berusaha mencapai berat badan dengan target dibawah 70 Kg, tapi tidak pernah berhasil. Walaupun sudah melakukan puasa 1 bulan penuh di bulan Ramadhan, tetap saja berat badan tidak pernah menyentuh 70 Kg, rekor terbaik hanya mencapai 70.5 Kg dan seperti biasa dan mudah ditebak, setelah bulan Ramadhan lewat, di 2 minggu pertama lebaran, berat badan kembali ke level 74-76 Kg karena kebiasaan ‘balas dendam’ setelah 1 bulan penuh menahan diri  Sebenarnya, walaupun saya sudah belajar NLP dari tahun 2005 serta menerapkannya pada pekerjaan, saya belum pernah tertarik menerapkannya untuk menurunkan berat badan hingga suatu saat di tahun 2008 saya ‘berkomitmen’ untuk menurunkan berat badan dengan menggunakan teknik2 NLP untuk mengubah perilaku. Hasilnya… saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 8 Kg dalam 2 bulan, dari 76 Kg menjadi 68 Kg, dengan tanpa rasa tersiksa seperti program2 ‘diet’ sebelumnya. Yess ! Akhirnya saya berhasil menembus angka 70 Kg, ‘angka psikologis’ yang belum pernah berhasil ditembus selama 10 tahun. Anda ingin tahu bagaimana caranya menurunkan berat badan dengan cara mudah dan menyenangkan ? Berikut penjelasan singkatnya : Pertama : Tetapkan tujuan. Anda harus memiliki tujuan (yang kuat) untuk menurunkan berat badan (misal 10 Kg, dari 80 Kg menjadi 70 Kg). Harap diketahui bahwa otak kita akan selalu mengejar tujuan kita, baik sadar ataupun tidak. Jika tujuan kita tidak jelas atau bahkan tidak ada, maka otak kita tidak akan berbuat apa2, karena bingung harus berbuat apa. Kedua : Buat daftar manfaat dari berat badan 70 Kg dan kerugian dari berat badang 80 Kg. Misal, keuntungan berat badan 70 Kg : menjadi lebih gesit, lebih bersemangat, penampilan lebih menarik, lebih sehat, lebih disukai lawan jenis (bagi yang belum punya pasangan), six pack dan lainnya , sedangkan kerugian berat badan 80 Kg : potensi terkena berbagai macam penyakit, tidak bisa ikut olahraga futsal bareng dengan teman2 kantor/sekolah, malu dipanggil ‘gembrot’ atau ‘luas dan lebar’ maupun ejekan2 lainnya dst dst. Buat daftar tersebut sebanyak mungkin, semakin banyak semakin baik untuk memotivasi, karena tujuannya adalah untuk menguatkan motivasi untuk berubah, yaitu menurunkan berat badan. Ketiga : Visualisasikan/bayangkan dengan melibatkan emosi positif yang kuat (nikmat, senang, bangga dll) bagaimana rasanya ketika berat badan anda 70 Kg, dan visualisasikan dengan melibatkan emosi negatif yang kuat (malu, rendah diri, takut, jijik) terhadap berat badan anda yang saat ini 80 Kg. Dengan memberikan emosi positif kepada berat badan 70 Kg dan emosi negatif pada berat badan 80 Kg, maka otak kita akan termotivasi untuk mengarahkan perilaku kita mengejar 70 Kg sekaligus menjauhi perilaku mempertahankan berat badan 80 Kg. Lakukan Visualisasi tsb berulang kali (5-12 kali) agar masuk ke bawah sadar (sub-conscious) anda sehingga setiap kali anda akan melakukan aktivitas yang menambah berat badan seperti makan berlebihan, secara otomotis anda akan merasakan emosi negatif (jijik, malu, takut) sehingga menghindarinya dan ketika anda akan melakukan kegiatan yang menurunkan berat badan seperti makan yang sesuai kebutuhan (juice, sayuran, nasi secukupnya dll) ataupun olahraga maka anda akan merasakan emosi positif (senang, bangga, antusias dll) sehingga segera melakukannya tanpa menunda lagi. Keempat : Jika langkah ketiga ini sudah berhasil dimana secara otomotis anda termotivasi untuk melakukan kegiatan menuju 70 Kg dan menghindari kegiatan 80 Kg, berarti anda berada di jalur yang benar – langkah terakhir dan paling penting adalah pertahankan kondisi tersebut, karena hanya dengan konsistensi hasil yang diinginkan bisa tercapai dan dipertahankan. Jika sudah konsisten, maka anda tinggal menunggu waktu untuk melihat berat badan anda yang 70 Kg. Selamat mencoba. (Made by Shiddarta – SmartNLP Trainer)
|
|
Last Updated on Tuesday, 25 August 2009 05:44 |
|
NLP at Work : Instant PD (Percaya Diri) Ketika Presentasi Dan Public Speaking |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 30 March 2009 18:50 |
|
Menurut anda, apakah Percaya Diri (baca PD) penting bagi seseorang yang akan melakukan presentasi atau berbicara di depan umum (public speaking) ? Menurut saya SANGAT PENTING ! tanpa PD, seorang yang sangat kompeten dibidangnya tapi memiliki PD yang rendah, ketika berbicara di depan umum, pasti akan kehilangan daya tariknya. Lucunya, bahkan seorang eksekutif perusahaan besar yang sehari2-nya sangat PD dalam mengelola perusahaan dan memimpin rapat, ketika harus berbicara di depan umum, menjadi grogi dan tidak PD, sehingga pembicaraannya menjadi sangat tidak menarik. Sewaktu memberi pelatihan ‘Great Presentation Skill’, saya sering melihat kendala PD sebagai kendala utama peserta pelatihan, untuk itulah saya membekali mereka dengan teknik sederhana dari NLP yang disebut swish pattern + anchoring untuk mengubah tidak PD menjadi PD dalam sekejap. Bagaimana caranya ? Begini caranya, langkah pertama : bayangkan kondisi tidak PD yang sering/pernah anda rasakan ketika (akan) berbicara di depan publik (presentasi ataupun public speaking), baik karena takut salah dalam berbicara, takut ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab, takut karena ada pimpinan atau pejabat yang ikut hadir sebagai pendengar sehingga riskan ‘ditegur’ jika materi yang disampaikan tidak berkenan di hati beliau2 maupun lainnya …rasakan apa yang anda rasa, lihat apa yang tergambar di benak kepala dan dengarkan suara ‘negatif’ yang ada dikepala seperti ‘waduh, kacau nih, kalau salah omong gimana … pimpinan bisa marah besar, karir jadi mandek dan lain sebagainya …’ Langkah kedua : bayangkan kondisi yang anda inginkan ketika berbicara di depan umum, yaitu kondisi PD, dimana pada kondisi PD ini biasanya kita akan membayangkan postur tubuh kita yang tegap, sorot mata tajam serta senyum kecil yang membuat penampilan lebih menarik dan berwibawa. Jika anda tidak pernah merasa PD sewaktu presentasi ataupun public speaking, anda bisa ‘meminjam’ perasaan PD pada acara yang lain pernah anda alami seperti : ketika upacara wisuda kelulusan sarjana, ketika anda diumumkan menjadi juara perlombaan 17 agustusan, ketika anda menawarkan diri untuk membantu membawakan koper seorang nenek2 (karena bersama cucunya yang cantik ) di stasiun atau kenangan apapun yang membangkitkan rasa PD anda. Langkah ketiga : dalam waktu singkat, ketika anda mulai ‘merasakan’ tidak PD tsb pada langkah pertama, yaitu ketika dikepala anda mendengar suara ‘waduh, kacau nih, kalau salah omong gimana ..”, LANGSUNG DIUBAH dengan gambar ketika anda PD dibarengi dengan satu aktivitas penanda (anchoring) yang unik seperti anda memencet kuping anda dengan jari jempol dan telunjuk, atau anda bisa juga dengan memegang pangkal dasi sambil berdehem kecil ataupun membayangkan dan mengucapkan kata (dalam hati) YESSS…SAYA SIAP 1,000 % ! anchoring ini harus unik dan tidak dipakai untuk kegiatan lain, misalnya anda suka memencet telinga dengan jempol dan telunjuk ketika menggoda anak anda, ini tidak boleh dilakukan, karena otak anda akan bingung, apakah pencetan di telinga tsb sebagai instruksi untuk tertawa2 (bercanda dengan anak) atau memposisikan sebagai pembicara yang PD dan ber karisma. Ulangi langkah pertama-kedua-ketiga dengan cepat selama beberapa kali (5-12 kali), lebih sering lebih baik lagi, sehingga otak anda akan terbiasa mendapat instruksi PD ketika anda merasa tidak PD. Ketika waktunya anda harus presentasi atau berbicara di depan umum, maka ketika anda merasa tidak PD, lepaskan ‘anchor’ anda, dijamin anda akan merasa PD dalam waktu singkat… Selamat mencoba ! (made by Shiddarta - SmartNLP Trainer)
|
|
Last Updated on Monday, 30 March 2009 18:59 |
|
|
NLP in Life : Kenapa NLP ‘luar biasa’ dan populer ? |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 05 December 2008 10:17 |
|
Bagi yang belum pernah mengenal NLP (Neuro Linguistic Programming) dan ketika mempelajarinya pasti akan berucap “dahysat - luar biasa”… kenapa ? karena ‘ilmu’ NLP itu mudah dan sederhana penerapannya tapi memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan seseorang, baik aspek keluarga, karir, bisnis, prestasi olahraga ataupun lainnya. Contohnya : berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan seseorang yang mengidap phobia (takut berlebih terhadap sesuatu, misal kecoa, ketinggian, ular dll) ? pada waktu dulu, para terapis (psikolog dan psikiater) membutuhkan waktu antara 1 – 3 tahun, bahkan beberapa kasus sampai 7 tahun ! ketika NLP ditemukan, maka dibutuhkan waktu hanya 30 menit – 1 jam, bahkan ada beberapa kasus yang selesai dalam waktu 5 – 10 menit , bahkan kurang dari itu ! Luar biasa bukan ? salah satu teknik NLP yang populer adalah reframing, yaitu memberi makna baru terhadap satu kejadian. Banyak contoh penggunaan teknik ini yang membuat hidup kita jauh lebih mudah. Misal, ketika saya diajak istri jalan2 ke kebun binatang Ragunan pada hari libur bersama nasional (libur yang 3 hari berturut-turut), karena saya termasuk ‘pembenci’ menyetir mobil di jalanan macet, maka yang terbayang dikepala saya adalah kesengsaraan yang luar biasa karena kita tahu bahwa pada hari libur, apalagi hari libur bersama nasional, pasti semua tempat wisata akan dipenuhi pengunjung, terutama tempat wisata favorit seperti Ancol, Ragunan maupun TMII.
|
|
Last Updated on Saturday, 20 December 2008 19:53 |
|
Read more...
|
|
NLP at Work : Bagaimana Meningkatkan Produktifitas Staff dalam 5 Menit ? |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 05 December 2008 10:14 |
|
“Dasar bandel, bodoh dan tidak ingin maju” demikian omel teman saya, seorang manager operasional di perusahaan besar, waktu makan siang bareng pada satu hari. Emangnya ada apa sih, kok ngomel2 aja ? tanya saya. Teman tersebut lalu menceritakan tentang anak buahnya yang setingkat officer yang bertugas melakukan analisa kinerja produk, complain pelanggan dan alternatif recovery agar pelanggan tidak kabur dan pindah ke pesaing. Laporan tsb sangat penting, karena tingkat kompetisi perebutan pelanggan antar perusahaan sejenis sangat tinggi (hyper-competitif). Ternyata laporan analisa yang harus di tulis rutin setiap pagi hari tidak pernah dikerjakan dengan rutin, kadang dibuat kadang tidak, kadang di tindak lanjuti kadang tidak. Kalaupun dibuat sering telat dan diserahkan siang hari. Jika ditanya ada saja alasannya, yang sedang sibuk mengerjakan proyek ini dan itu lah, yang lagi over load lah. Padahal teman saya itu sudah memberikan ‘motivasi’ berkali-kali dengan menjanjikan performance appraisal (penilaian kinerja) yang baik jika dilakukan rutin, bahkan jika bisa menurunkan jumlah pelanggan yang pindah ke pesaing, anak buahnya tersebut akan di promosi ke level yang lebih tinggi.
|
|
Last Updated on Saturday, 20 December 2008 21:00 |
|
Read more...
|
|